Berita

Bank Riau Kepri Sosialisasikan Program KPR FLPP (29 Jul 2011)

       Bank Riau Kepri mensosialisasikan program KPR dengan dukungan Fasilitas Liquidasi Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada kalangan industri perumahan (developer), perusahaan swasta dan kalangan PNS. Program KPR ini dalam rangka memberikan solusi bagi masyarakat yang menginginkan kredit rumah. Yakni dengan pembiayaan angsuran rumah yang terjangkau dan bunga KPR sebesar 4,90% flat dan tingkat anuitas sebesar 8,15%.
       “Bank Riau Kepri bekerjasama dengan kementrian pwerumahan rakyat mempersembahkan fasilitas kredit perumahan dengan bunga terjangkau. Fasilitas yang ini dapat diperoleh masyarakat melalui program fasilitas liquidasi pembiayaan perumahan atau KPR”, terang Direktur Utama Bank Riau Kepri Ir H Erzon MM pada acara gathering KPR FLPP di Ballroom Pangeran Hotel Pekanbaru, Kamis (28/7).
       Sasaran dari program KPR ini, terang Erzon, diperlukan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah serta penghasilan tetap. Yang dimaksud dengan tetap adalah masyarakat yang memiliki pekerjaan yang tetap seperti PNS. Bahkan tidak menutup kemungkinan pegawai swasta juga dapat menikmati program KPR ini dengan menggunakan syarat dan ketentuan yang berlaku.
       “Saat ini kebutuhan perumahan cukup besar yakni sekitar 8 juta pada 2009. Pertumbuhan rumah tangga baru sekitar 710 ribu per tahun dan sekitar 8,5 juta rumah yang dibangun. Anggaran untuk KPR dari pemerintah adalah Rp 5,52 triliun dengan 143 unit rumah. Dan ini bukan subsidi, karena pemerintah tidak lagi memberikan subsidi. Kita akan memberikan uang muka minimum sebesar 10 % dari harga rumah, dengan jangka waktu 15 tahun. Dan kita juga membuka harga plafon maksimum sebesar Rp 80 juta dan minimum adalah sebesar Rp 50 juta dengan angsuran per bulannya adalah Rp 482.166,- sesuai dengan kemampuan si pembeli rumah tersebut. Dan saat ini kita akan mencoba melakukan kerjasama dengan developer. Namun saat ini kan program KPR nya masih baru, itu nanti yang akan kita bangun,” terang Erzon.
       Pada April 2010 lalu, sebut Erzon, sekitar 22,180 unit sudah terjual melalui KPR atau sekitar Rp 680 miliar. “Saya berharap program ini tidak hanya bertumpu di satu daerah saja. Dan program ini dapat berlanjut terus. Kami memberikan bunga mulai dari 4,90% flat setara dengan 8,15% anuitas. Rencananya kami akan mencoba bekerjasama dengan beberapa pengembang dengan maksud agar dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
       Sementara itu, ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Wilayah Riau, Rifayendi ikut meyambut baik program KPR yang digagas oleh Bank Riau Kepri. Menurutnya, permasalahan pembiayan kredit perumahan sejauh ini masih menjadi kendala dalam pemasaran dan pengembangan yang dilakukan developer. Program tersebut ditengarai mampu menjadi terminal KPR kedepannya.
       “Dengan adanya kucuran dari kemenpera, Bank Riau Kepri tentu bisa memaksimalkan pelaksanaan program ini dengan baik. REI bersama developer yang ada di Riau pasti juga tidak akan melewatkan kesempatan ini,” ujar Rifa.
       Program KPR tersebut ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan tetap yang bekerja lebih dari 2 tahun dengan gaji pokok maksimal Rp 2,5 juta per bulan untuk perumahan sejahtera tapak, serta maksimal Rp 4,5 juta untuk rumah susun tapak. Hal ini dilakukan karena tujuan dari kemenpera sendiri adalah subsidi dan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah.
       “Makanya KPR tersebut bunganya tetap hingga masa kredit berkahir. Bahkan bunga atau marjin ini tidak lebih dari 10%,” tambah Direktur Kredit dan Syariah Bank Riau Kepri Ruslan Malik.